Sekilas pandang melalui karya Ivana “Funfair” ini saya hendak ingkar dan ngotot bahwa ini adalah keriuhan, kemeriahan komedi putar kampung, yang acap kali berkelana dari satu daerah ke daerah lain, sepanjang tersedia tanah lapang luas, atau tanah kosong dimana pengelana bisnis hiburan rakyat ini kemudian menegakkan tiang-tiang dan menancapkan pasak di kedalaman tanah.
Karena setepatnya ini mestinya mengingatkan pada Dunia Fantasi di Taman Impian Jaya Ancol, bahkan Disneyland.
Yang paling mencemaskan adalah bila kita cermati lebih teliti karya-karya ini ternyata absen menghadirkan manusia dan semata kemeriahan dunia benda-benda. Saya kemudian menemukan rasa asing, sepi, aneh dan pada akhirnya rasa ngeri.
selengkapnya