RECLAIM the CITY

RECLAIM the CITY
20 DETIK SAJA SOBAT! Mohon dukungan waktu anda untuk mengunjungi page ini & menjempolinya. Dengan demikian anda tlh turut menyebarkan kampanye 1000 karya rupa selama setahun u. memajukan demokrasi, HAM, keadilan melalui page ini. Anda pun dpt men-tag, men-share, merekomendasikan page ini kepada kawan anda. salam pembebasan silah klik Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan)

Sabtu, 18 Juli 2009

Merenungkan Makna Hidup Melalui Karya Rupa Keramik

Lebih jauh memperbincangkan ruang hidup, manusia dalam ruang dan waktu, kita dihadapkan pada dua pilihan. Apakah ruang hidup, ruang dan waktu yang kita jalani adalah ruang waktu yang bergegas dalam kontrol dan kendali modal, ruang waktu instumental untuk sekadar numpang ngombe (numpang minum/hidup) di dunia yang fana ini, pesona gaya hidup yang dekaden atau pola relasi transaksional, kasarnya ruang dan waktu yang memaksa kita menanggalkan kemanusia jadi onggokan angka statistik, binatang ekonomi atau mesin (produksi) ekonomi dan konsumen semata. Sapi perahan, domba korban ketamakan segelintir orang.


Menafsir Wastu - Aries B.M

Ataukah kita masuk menjalani, menghidupi dimensi ruang waktu yang lebih manusiawi dan juga transenden. Hidup berlawan atas penjara-penjara kesewenangan manusia lainnya. Bila yang kedua menjadi pilihan, maka marilah kita menjawab ajakan Aries B.M untuk menafsir wastu melalui puluhan karya-karya keramiknya dan kemudian menghidupinya.

Selengkapnya

Kembali ke Ekonomi Konstitusi : Ekonomi Kerakyatan Dalam Pengelolaan SDA

Dani Setiawan
Ketua Koalisi Anti Utang

Dari Diskusi Konstitusi Hijau dan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM dan SHI)

Dalam putaran pemilu 2009, wacana ekonomi kerakyatan kembali muncul dalam tema kampanye yang diusung oleh partai politik maupun calon presiden. Tema ini sesungguhnya bukan hal baru dalam pentas politik nasional. Perjuangan untuk meletakkan dasar-dasar pembangunan ekonomi kerakyatan telah dimulai oleh para pendiri bangsa (founding leaders) untuk mengganti sistem ekonomi kolonial di bawah penjajahan. Bahkan, lebih jauh adalah memastikan pelaksanaan agenda-agenda ekonomi kerakyatan dalam kehidupan berbangsa pasca kemerdekaan. Hingga saat ini, keyakinan akan terwujudnya sistem ekonomi nasional, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan jalannya roda perekonomian tetap menjadi cita-cita dan tujuan jangka panjang dari penerapan demokrasi ekonomi atau ekonomi kerakyatan. Landasan konstitusional sistem ekonomi kerakyatan adalah pasal 33 UUD 1945.

selengkapnya

Karya Grafis Sebagai Media Perlawanan Melawan Rezim Orde Baru

Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya,
kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya.
Kalau dia tak mengenal sejarahnya.
Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya,”

-Minke, dalam Novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer-















Mengingat masa lalu adalah suatu proses yang penting bagi masa kini, demikian disebutkan Atnike Nova Sigiro (Ketua Panitia Pameran Media Kampanye Masyarakat Sipil Tentang Pelanggaran HAM Masa Lalu : Grafis Melawan Lupa) dalam pengantar pamerannya. Atnike mengutip Edward W. Said : ”Berpaling ke masa lalu merupakan salah satu strategi untuk menafsirkan masa kini. Yang menggerakan sikap itu bukan hanya ketidaksetujuan tentang apa yang terjadi di masa lalu dan seperti apa masa lalu itu, melainkan ketidakpastian tentang apakah masa lalu itu benar-benar telah selesai, dan ditutup, apakah ia masih berlnjut meskipun dalam bentuk-bentuk yang berbeda”.

Lebih lanjut Atnike menulis bahwa kecenderungan berpikir a-historis menyebabkan kita ’lupa’. Lupa disini berarti bahwa kita cenderung lebih mudah menyalahkan situasi saat ini dan melihat situasi di masa lalu seolah-olah lebih nyaman.

selengkapnya

E-Book Kampanye Kesadaran Lingkungan Hidup dan Kebhinekaan

Keberlanjutan-Keberagaman : Si Maskot Kodok Ijo & Kura-kura Sukowati

Terenyumlah! Keep Smiling!

Satu : Si Maskot Kodok Ijo

Kodok adalah kelompok binatang yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan, seperti polusi air, perusakan hutan, ataupun perubahan iklim. Karena kepekaan mereka, amfibi dapat dijadikan indikator perubahan lingkungan.

Perubahan lingkungan yang dampaknya sangat nyata terhadap kodok jelas terlihat pada turunnya populasi disertai turunnya keragaman jenis. Pada saat ini ada lebih dari 6.000 jenis amfibi di dunia.

Dari 6.000 jenis, 5.915 telah ditelaah statusnya oleh IUCN (International Union for Conservation and Natural Resources). Hasilnya, 1.893 dalam status terancam dan menuju kepunahan. Ancaman utama yang dihadapi kodok saat ini adalah hilangnya habitat (tempat hidup yang sesuai), polusi, pemanfaatan, dan penyakit.

(Sumber Kepunahan Fauna : Kodok yang Serba Rentan - Hellen Kurniati, Bidang Zoologi, Puslit Biologi-LIPI, Kompas 17 Desember 2008)

silah simak
Kampanye Go Green Si Kodok Ijo

Dua : Si Maskot Kura-kura Sukowati
Mereka pun memanjat sampai ke pucuk pohon kapuk dan dari sana mereka melemparkan warna seenaknya saja. Biru mendarat sebagian di langit sebagian di laut, hijau menjatuhi bumi, dan kuning-yang dulunya tawa seorang anak-terbang jauh melukisi matahari. Merah mendarat di mulut orang dan binatang dan mereka pun memakannya sampai segala sesuatu di dalam diri mereka berwarna merah. Hitam dan putih sudah ada di dunia. Sungguh kacau balau waktu itu ketika para dewa melempar-lempar warna......
(riwayat warna – subcomandante marcos)

Silah simak
Kampanye Keberagaman Si Kura-kura Pasar Sukowati

Baca juga

Si Maskot Perjalanan Cahaya

Si Maskot Trivia

Si Maskot Yoyo dan Gasing

Si Maskot Bunga


Si Maskot Perahu Bajo

Kamis, 25 Juni 2009

Kompilasi Artikel Lawan Neoliberalisme

Neoliberalisme, Krisis Kapitalisme dan Wacana Tandingnya

Definisi Singkat Neoliberalisme - Elizabeth Martinez dan Arnoldo Garcia

Neoliberalisme - Revrisond Baswir

Ekonomi Kerakyatan vs Neoliberalisme (Revrisond Baswir – Tim Ahli Pusat Ekonomi Kerakyatan)


Jalan Neoliberal Pak Bud - Revrisond Baswir

Agenda Indonesia : Sebuah Bangsa hanya Dibentuk dengan Sengaja - Herry Priyono

Sesat Neoliberalisme - B. Herry-Priyono, Dosen pada Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta.


Neoliberalisme – Kolonisasi Homo Ekonomikus dan Homo Finansialis - B Herry-Priyono


Neoliberalisme dan Sifat Elusif Kebebasan - B Herry-Priyono :

The End of Laissez-Faire - Sri-Edi Swasono


Mewaspadai Neoliberalisme - Sri Edi Swasono



Apa Neoliberalisme Itu?- Kwik Kian Gie


Kerakyatan vs Neoliberal - Ichsanudin Noorsy

Washington Concencus vs Jakarta Concencus - Prof Nizam Jim Wiryawan PhD Guru Besar dalam bidang Ilmu Bisnis Internasional,


Reformasi Ekonomi, Konsensus Washington, dan Rintangan Politik - Ahmad Erani Yustika Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya dan Kandidat Doktor di University of Göttingen, Jerman


Neoliberalisme dan Warganegara - I Wibowo (ditor buku “Neoliberalisme” (Yogyakarta, Cindelaras: 2003)

Neoliberalisme Kena Batunya - Martin Manurung

Neoliberalisme Telah Mati - Akhmad Kusaeni

Lonceng Kematian Era Pasar Bebas - Joni Murti Mulyo Aji

Menelanjangi Liberalisme - Ahmad Erani Yustika


Kosmologi Krisis Moneter - Yasraf Amir Piliang

Rakus – Caping Gunawan Muhammad

Ekonomi Pancasila, Ekonomi Rakyat, ataukah Ekonomi Kerakyatan?
Yayasan Mubyarto (YasMuby) Jogjakarta dan Mubyarto Institute (Mubins)


Sejarah dan Kebhinekaan: Merumuskan Kembali Keindonesiaan - I Gusti Agung Ayu Ratih Kita,

FORMASI NEGARA NEOLIBERAL DAN KEBANGKITAN KOMUNALISME - Eric Hiariej (Pengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)


Good Governance dan Mitos Ketatanegaraan Neoliberal - R. Herlambang Perdana Wiratraman


KAPITALISME BENCANA DAN BENCANA KAPITALISME – Don Marut

Neoliberal dan Kejahatan Multinasional - Bonnie Setiawan (IGJ)

Rekayasa Merawat Neoliberalisme: Menggagas Kembali Peran Teknologi untuk Akumulasi Laba - Yanuar Nugroho

Krisis Keuangan Global : Karl Marx di Aspal Jalan Dunia Datar

Tiada Ekonomi Kerakyatan Tanpa Penghapusan Utang - Dani Setiawan – Ketua KAU

Krisis Ekonomi Global dan Sosialisme buat Kaum Kaya - Irwansyah

Memang, tak mungkin sistem kapitalisme tanpa krisis - Ken Budha Kusumandaru

Analisis Pasangan Yudhoyono – Boediono - Fahmy Radhy (Dosen FEB UGM dan Direktur Eksekutif Mubyarto Institute) Analisis : Pasangan Yudhoyono – Boediono


Track Record : Bisnis Capres Cawapres - Dr George Aditjondro

Pemilu Presiden 2009, Mengukuhkan Jalan Rente Ekonomi dan Kekuasaan Politik Modal

Lumpur Lapindo dan Praktek Neoliberal - Firdaus Cahyadi

Negosiasi Pertanian WTO Dirancang Untuk Memperparah Kelaparan Di Dunia - Aileen Kwa

Tidak Ada Ekonomi Kerakyatan Tanpa Reforma Agraria - Henry Saragih -vKetua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) dan General Coordinator La Via
Campesina, organisasi gerakan buruh tani, petani kecil dan masyarakat adat internasional.


Rezim SBY-JK Gagal Laksanakan Pembaruan Agraria

Rebutan Pangan : TNC dan Penghancuran Petani - Mansour Fakiq


Seized : Perampasan Tanah untuk Ketahanan Pangan dan Keuangan 2008

Noer Fauzi Gelombang Baru Reforma Agraria Di Awal Abad ke-21

Noer Fauzi, Ph.D. Candidate di University of California – Berkeley, Department Environmental Science, Policy and Management (ESPM), Ketua Badan Pelaksana Konsorsium Pembaruan Agraria 1995-2002, dan Koordinator Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria 2002-2005.

PLN Korban Neolib - Ir A Daryoko – Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Strategis

Prosa Tanpa Tanda Seru : Refleksi Persoalan Globalisasi - Puthut EA

Siklus Politik Neoliberal: “Penyesuaian” Amerika Latin Menuju Kemiskinan dan Kemakmuran di Era Pasar Bebas - James Petras

Sebuah Pengantar Tentang Ambruknya Wall Street - Walden Bello

Krisis Finansial Global: Dampaknya terhadap Asia - Reihana Mohideen

Krisis Wall Street: Rakyat Miskin Lagi-lagi Talangi Orang Kaya - Peter Boyle

Venezuela dan Sekutu Amerika Selatannya Majukan Integrasi - James Suggett

Neoliberalisme Melahirkan Globalisasi Kemiskinan dan Kesenjangan

Pendukung Neoliberalisme = Pendukung Genosida.

Neoliberalisme Memang Menjijikan!!! (bagian pertama)

Neoliberalisme membunuh sama kejamnya dengan Nazisme Hitler. Noeliberalisme membunuh secara massif, perlahan dan sistimatis, sedangkan Nazisme Hitler membunuh secara massif, cepat dan sistimatis. Keduanya hakekatnya adalah KEJAHATAN HAM BERAT GENOSIDA.

Ketika Neoliberalisme semakin dominan, fakta menunjukkan globalisasi kemiskinan dan ketimpangan semakin menggila pula. Korporasi-korporasi besar dan golongan elit telah menjadi semakin kaya raya sementara kaum miskin semakin terpuruk dan termiskinkan bahkan hingga menderita kelaparan dan masalah kesehatan kronis yang mematikan. Mewabah bak pendemi.

Karenanya jangan heran bahwa dalam 10 tahun masa reformasi ini (ketika penetrasi neoliberalisme semakin meluas melalui IMF, Bank Dunia, ADB, USAID serta korporasi multinasional, dll) kemiskinan dan ketimpangan semakin meluas dan mendalam. Jangan heran pula dengan kekayaan yang dimiliki oleh elit politik dan/yang sekaligus adalah elit ekonomi, kelas penguasa-borjuasi yang menjadi komprador/antek kepentingan rezim ekonomi global.

Selengkapnya

http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/06/neoliberalisme-biang-kerok-globalisasi.html

Senin, 22 Juni 2009

AIKONISASI ZAPATISTA (EZLN) : Menyaksikan Pesona Muchas Trampas Politicas

Persembahan musisi RAGE AGAINTS THE MACHINE (Album Battle Of Mexico) untuk Gerakan Masyarakat Adat Zapatista

perjalanan ke pedalaman dan hutan Mexico hingga Los Angeles untuk merekam perjuangan melawan tirani dan penindasan mesin-mesin kapital, dan mesin-mesin kekuasaan, bersama Zach de la Rocha (vokalis Rage Againts the Machine band asal Los Angeles) dan Noer Fauzi intelektual dan pegiat gerakan sosial Indonesia

(Muchas Trampas Politicas istilah dalam bahasa Spanyol yang kurang lebih bermakna praktik yang cerdas melakukan manuver-manuver dan siasat-siasat untuk membuka, menerobos, membuat dan memanfaatkan peluang politik. Tapi, dalam penggunaan lain bisa juga berarti terperangkap setelah melakukan pembukaan, penerbososan dan pemanfaatan peluang politik)

Rage Againts the Machine (RAG) band hip-hop-rap-rock asal Los Angeles ini mendedikasikan lagu-lagunya demi solidaritas dan dukungan terhadap perjuangan masyarakat adapt Zapatista di Mexico. Berikut ini kami himpun film dokumenter perjalanan Zach de la Rocha (vokalis RAG) untuk merekam geliat dan dinamika perjuangan Zapatista yang memberikan inspirasi untuk gerakan sosial di seluruh dunia. Untuk lebih mengetahui gerakan Zaaptismo kami sertakan satu tulisan kawan Noer Fauzi AIKONISASI ZAPATISTA : Menyaksikan Pesona Muchas Trampas Politicas. Artikel ini adalah pengantar untuk Buku Bayang Tak Berwajah (Dokumen Perlwanan Tentara Pembebasan Nasional Zapatista) Insist Press 2003. Walau sudah lawas (lama) artikel ini dan kiprah RAG ini masih tetap relevan, untuk memperkuat spirit perlawanan dan spirit pembebasan gerakan sosial di negeri ini

Salam pembebasan
RESIST! REVOLT!!




Selengkapnya