RECLAIM the CITY

RECLAIM the CITY
20 DETIK SAJA SOBAT! Mohon dukungan waktu anda untuk mengunjungi page ini & menjempolinya. Dengan demikian anda tlh turut menyebarkan kampanye 1000 karya rupa selama setahun u. memajukan demokrasi, HAM, keadilan melalui page ini. Anda pun dpt men-tag, men-share, merekomendasikan page ini kepada kawan anda. salam pembebasan silah klik Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan)

Sabtu, 28 Maret 2009

Proses Kreatif Elizabeth D. Inandiak dan Ayu Utami

Aku terpesona dengan cara Inandiak dalam saduran Centhini (Centhini : Kekasih yang Tersembunyi) dan Utami dalam Bilangan Fu mengambarkan proses kreatifnya sekaligus proses kreatifnya sendiri (terutama inandiak). Proses melahirkan jiwa dan anak kehidupan……

Elizabet D. Inandiak “mendengarkan selama berjam-jam syair-syair centhini yang ditembangkan teman, hingga raga dan bahasanya kerasukan dan tertanda olehnya. Lalu pada suatu hari, kenyataan yang begitu jelas dan begitu sederhana muncul : serat centhini, kehidupan inandiak, dan kehidupan para penyair jawa sejak berabad-abad semua menyatu. Segala yang pernah inandiak alami di jawa dan di tempat lain di bumi ada dalam karya yang janggal, ajaib dan raksasa itu, yang keliatannya begitu bercerai berai, tetapi intinya begitu sempurna. Ia seakan ingin mencebur ke sungai yang luas, membiarkan diri ditelan tembang-tembang dan lenyap dalam gelombang cahaya para penyair yang telah tiada, terikat dengan silsilah mereka secara penuh rahasia”.

Ayu Utami “….terima kasih saya kepada gunung gede pangrango yang memberi zat asam, kejernihan dan ilham. Dan Erick Prasetya, partner mendaki gunung yang merupakan ayah dari novel ini. Ia memberi saya benih bagi kisah roman ini, dan merawat saya selama mengandung novel ini (usaha pembuahannya yang berkali-kali gagal makan waktu empat tahun, proses mengandung –menuliskannya menghabiskan sembilan bulan). Melalui dia saya mencoba mengenang, dengan cara saya sendiri, kekasih dan sahabatnya di masa muda, LS dan almarhum SF yang meninggal dunia dari kecelakaan ganjil di bukit kapur citatah”.

selanjutnya

Tidak ada komentar: