PLTN? Celoteh Emoh PLTN (4)
andreas iswinarto
Buku Silent Spring yang ditulis Rachel Carson (1962) dikaitkan dengan ledakan gerakan lingkungan hidup. Dalam kata-kata Max Nicholson dianggap sebagai ‘sumbangan paling besar dan paling efektif dalam membangkitkan opini umum dan kesadaran masyarakat mengenai kepentingan ekologi’ (hal 2-3).
Silent Spring memaparkan secara gambling kegawatan kerusakan lingkungan hidup akibat penggunaan bahan kimia yang melewati ambang toleransi. Buku ini berisi pula kutukan keras terhadap industri pestisida Amerika Serikat.
Rachel dengan sangat teliti dan detil memaparkan efek menghancurkan lingkungna hidup termasuk peradaban manusia dari pemanfaatan bahan kimia yang bekerja dengan menentang alam.
Dengan pedih ia mengatakan bahwa “Hanya manusia saja, dari antara segala makhluk hidup, dapat menghasilkan zat-zat penyebab timbulnya kanker…… dan keterbukaan manusia pada zat-zat ini sudah tidak terkontrol, bahkan zat-zat berbahaya itu jumlahnya semakin berlipat gandaa”. De tengah derita penyakit kanker (akibat zat beracun yang ia analisa sendiri) Rachel menuntaskan bukunya ini.
Lantas apa kaitannya dengan kontroversi PLTN yang kini marak kembali di republic ini? Jelas bahwa radiasi yang ditimbulkan oleh reaksi nuklir dalam reactor PLTN adalah zat penyebab kanker dan memiliki efek merusak alam jauh lebih dasyat dari DDT.
Siapkah kita menerima semua resiko penggunaan teknologi ini? Agaknya tepat sekali untuk menjadikan kontroversi PLTn sebagai salah satu momentum uktuk menguatkan opini umum dan kesdaran masyarakat tentang masalah lingkungan hidup seperti yang dilakukan oleh Rachel Carson melalui bukunya Silent Spring.
8 seri celoteh emoh pltn :
Resiko Nol Persen : PLTN atawa PLTS (1)
Energi Tinja vs Fisi Nuklir (2)
PLTN : Monumen Kediktatoran Teknologi (3)
PLTN adalah Kanker Keberlanjutan Kehidupan (4)
Rasionalitas (Irasionalitas) Iptek Nuklir (5).
PLTN dan Referendum Di Negara Utara (6)
PLTN dan Keprihatinan Eko-Feminis (7)
PLTN dan Beban Ekonomi Negara (8)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Koleksi Galeri Rupa Kerja Pembebasan
E-Book Bumi, Air dan Kekayaan Alam Dikuasi Siapa?
Setengah Abad UUPA 1960: Tahun Emas Perjuangan Rakyat Tani; Laksanakan Pembaruan Agraria Sejati
E-Book : Matahari Baru di Setiap Hari Baru
untuk (mengeja keteladanan) MUNIR, WIJI THUKUL, MARSINAH dan semua sahabat rakyat itu (jadi doa)
E-Book : Aksi Diam Kamisan di Depan Istana Negara
E-Book : Songsong Proklamasi Kebangkitan Rakyat Indonesia
E-Book : Jelang Detik-detik Proklamasi – Ilalang dan Jerami Kering di Pekarangan Istana Buto
E-Book : Everyday is Earth Day! Lawan Keserakahan Untuk Masa Depan Anak-Cucu Kita
E-Book : Rumput-rumput Paku pada Wajah Bapak Ibu Tani
E-Book : Palu Besi atau Paku-paku Besi di Tubuh Kaum Buruh
E-Book : Panen Raya (milik sendiri) di Kampung Adat
E-Book Bumi, Air dan Kekayaan Alam Dikuasi Siapa?
Setengah Abad UUPA 1960: Tahun Emas Perjuangan Rakyat Tani; Laksanakan Pembaruan Agraria Sejati
E-Book : Matahari Baru di Setiap Hari Baru
untuk (mengeja keteladanan) MUNIR, WIJI THUKUL, MARSINAH dan semua sahabat rakyat itu (jadi doa)
E-Book : Aksi Diam Kamisan di Depan Istana Negara
E-Book : Songsong Proklamasi Kebangkitan Rakyat Indonesia
E-Book : Jelang Detik-detik Proklamasi – Ilalang dan Jerami Kering di Pekarangan Istana Buto
E-Book : Everyday is Earth Day! Lawan Keserakahan Untuk Masa Depan Anak-Cucu Kita
E-Book : Rumput-rumput Paku pada Wajah Bapak Ibu Tani
E-Book : Palu Besi atau Paku-paku Besi di Tubuh Kaum Buruh
E-Book : Panen Raya (milik sendiri) di Kampung Adat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar